![]() |
Dalam dentingan jam yang selalu berbunyi di keheningan malam,
berirama bersama jutaan tetes air hujan diluar rumah.
Membuat keresahan
begitu menghantuiku, rasa gelisah yang menghentikan kerja otakku kini
mulai tak bisa kukendalikan.
Lontaran kalimat yang keluar dari mulutmu
begitu mengguncang kesepian hati ini, membuatnya berontak menjadi
liar, kebahagian yang memuncak tak bisa aku tutupi lagi..
aku menyukaimu.
aku menyukaimu.
Entah apa yang membuat semua nestapa dihatiku hilang.
Entah matamu, entah senyummu, entah ucapanmu, entah segalanya tentangmu.
Entah matamu, entah senyummu, entah ucapanmu, entah segalanya tentangmu.
Diatas
jalan yang basah, dengan daun hijau yang berembun,
dan tiupan angin yang begitu mesra, juga langit senja dipenghujung hari, serta pelangi manis tertutup awan.
Aku mengagumimu.
dan tiupan angin yang begitu mesra, juga langit senja dipenghujung hari, serta pelangi manis tertutup awan.
Aku mengagumimu.
Bola hitam didalam kelopak matamu merubah semua pandanganku terhadap dunia, tatapanmu yang meyakinkanku bahwa bahagia itu nyata.
Dan sekarang, aku merasakannya, bahagia itu nyata.
Kamu.
Kamu.
Bahagiaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar