Jika cinta adalah anugerah,aku setuju.
Bahagia itu sederhana,ketika cinta dan tulus bersatu. Entah mencintai atau dicintai,entah untuk siapa pula. Yang jelas dan pasti. Cinta itu indah.
Kamu tau? Atas dasar apa aku percaya diri untuk pernyataan diatas? Kamu.
Kamu alasannya.
Aku cinta kamu dan tulus mengikuti.
Tak peduli jika kamu tak mencintaiku balik,bukan kah cinta tak harus memiliki?
Aku fikir,jatuh cinta dalam diam lebih baik,lebih bebas,sebesar apapun cintaku,jika kamu tak tahu,mungkin,kamu tak kan terganggu bukan? Ah,sudahlah aku tau.
Sejujurnya,aku lelah menanti,kamu seperti fajar dan aku petang.
Kita jauh berbeda,bahkan tak mungkin bersatu. Bukan seperti sepatu lagi,jika sepatu masih bisa bersama,nyatanya kita tidak. Untuk sekedar melempar sapa saja kita tak pernah,apalagi untuk bersama he he.
Maaf jika aku menjadi penjahat hati. Yang menipu banyak orang. Bahkan,menipu diri sendiri. Bodoh. Ya aku tau.
Jatuh cinta dalam diam memang tak jauh berbeda dengan kemunafikan hati,tapi jika itu lebih baik,bagaimana? Maafkan aku.
Sekali lagi,aku argumenkan,cinta itu anugrah.
Apapun keadaannya,apapun sebab akibatnya,apapun itu. Itu anugrah.
Syukuri meski sakit. Pahami meski sulit. Yakin.
Cinta itu bahagia.
Terimakasih.
Salam untukmu,fajar.
Dariku,Petang.
Ditulis dengan tulus.
Atas cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar